Sarasehan “Wartakanlah Injil ke Seluruh Dunia”

Sarasehan “Wartakanlah Injil ke Seluruh Dunia”

Minggu, 31 Maret 2015 – PRMK FSM mengadakan acara Sarasehan 2015 bertemakan “Wartakanlah Injil ke Seluruh Dunia”, bertempat di Kantor Pelayanan Pastoral Keuskupan Agung Semarang Jalan Imam Bonjol 172 Semarang. Panitia dalam acara ini mengundang seluruh mahasiswa PRMK FSM dan beberapa perwakilan dari PRMK fakultas lain dan mengundang pula Bruder Bayu Adi Prasetyo sebagai pembicara.

Acara dimulai pukul 11.00 dibuka oleh MC dengan menyanyikan lagu “Hatiku Percaya” dan doa pembukaan. Setelah itu dilanjutkan materi oleh Bruder Bayu. Diawal materi Bruder memberikan sebuah game kecil yang melatih kekompakan kita. Bruder mengintruksikan untuk membentuk lingkaran dengan urutan inisial nama lengkap, tempat lahir, dan bulan lahir. Seluruh peserta mengikuti game ini dengan antusias. Setelah itu bruder melanjutkan dengan materi sesuai tema. Bruder Bayu dalam menyampaikan materi, menyelipkan sedikit pengalamannya ketika hendak menjadi Bruder dan salah satunya ketika mampu merasakan kehadiran Tuhan melalui doa tanpa kata. Bruder Bayu menegaskan pula bahwa tugas mewartakan injil ke seluruh dunia merupakan sebuah perintah bagi siapa saja sesuai dengan injil Matius 28:18-20. Bruder juga menyampaikan cara-cara agar kita dapat mewartakan injil-Nya dengan baik. Caranya antara lain yaitu harus mengalami suka cita atas perjumpaan pribadi dengan Yesus, membimbing orang lain kepada Yesus, dan sebisa mungkin kita harus masuk dalam diri orang yang akan menerima pewartaan injil kita.

Sarasehan 1

Ditengah-tengah materi Bruder membagi peserta menjadi 5 kelompok. Setiap kelompok diberi pertanyaan yang berbeda. Pertanyaan yang diberikan seputar mengapa harus mewartakan injil Kristus serta tantangan dan solusi dalam mewartakan injil. Sesi ini peserta berdiskusi terlebih dahulu lalu mensharingkan hasil diskusi pada Bruder dan peserta lain. Diskusi ini dapat memberikan kesimpulan bahwa, kita sebagai mahasiswa mempunyai tugas untuk mewartakan injil Kristus, namun banyak sekali halangan yang mengganggu kita dalam mewartakannya seperti malas untuk membaca Kitab Suci, tidak percaya diri, dan yang paling berat adalah belum pernah mengalami perjumpaan dengan Yesus.

Sarasehan 2

Setelah sesi diskusi, Bruder Bayu mengajak peserta untuk bermeditasi. Bruder Bayu dalam meditasi ini mengintruksikan peserta untuk menutup mata dan merasakan setiap nafas yang keluar masuk dari hidung. Selama meditasi bruder menuntun kita untuk lebih masuk lebih dalam lagi ke alam bawah sadar kita. Beberapa peserta yang tidak dapat berkonsentrasi dan malah ada yang tertidur. Bruder berkata memang susah untuk mengawali bermeditasi. Namun bila sudah terbiasa, dianjurkan untuk bermeditasi selama 20 menit setiap harinya dalam 30 hari. Manfaat dari melakukan meditasi yaitu kita dapat lebih tenang dalam mengambil keputusan dan kita dapat menjadi orang yang lebih sabar dan selalu berpikir positif.

Setelah materi yang diberikan bruder selesai, acara ditutup dengan menyanyikan lagu “Jangan Lelah” dengan mengikuti gerakan dari MC. Setelah itu dilanjutkan foto bersama dan penyerahan sovenir oleh ketua panitia pada Bruder Bayu. Selanjutnya ditutup dengan doa penutup dan makan bersama.
(Maria Imakulata S. S.)

Leave a Reply