Retreat “Bersatu dalam Kristus”

Retreat “Bersatu dalam Kristus”

Sabtu, 11 Juli 2015 – Senin, 13 Juli 2015. PRMK FSM mengadakan retreat bertempat di Griya Assisi, Bandungan dengan tema “Bersatu dalam Kristus”. Retreat ini diikuti oleh seluruh anggota PRMK FSM mulai angkatan 2014 hingga 2011. Peserta berkumpul di GSG untuk bersama-sama berangkat menggunakan bus kota. Sampai di Griya Assisi peserta disambut oleh beberapa panitia yang sudah berangkat terlebih dahulu.

Setelah beristirahat sejenak dengan menyantap snack sore, sesi pertama dimulai pukul 16.30. Sesi pertama dibuka oleh MC yaitu Antya dan Caecilia dengan sambutan dari Emyria Natalia br Sembiring selaku ketua panitia dan Bernadus Ardhianto Wahyu Indraputra selaku ketua PRMK FSM. Kemudian dilanjutkan materi yang dibawakan oleh pembicara yaitu Kak Cece. Materi yang diberikan sangat menarik, membahas tentang mujizat yang diberikan Yesus. Untuk mendapatkan mujizat tersebut kita harus percaya dan melakukannya supaya mujizat tesebut dapat benar-benar terjadi. Setelah makan malam, sesi kedua dimulai dengan subtema yaitu “Dipanggil untuk Melayani”. Sesi ini mengenalkan pada kita siapakah kita dimata Tuhan. Kita adalah citra Allah, anak-anak Allah, dan ahli waris Allah. Tuhan memberi kita janji keselamatan, kekayaan, dan kebahagiaan. Acara hari pertama ditutup dengan renungan malam yang dipimpin oleh Kak Cece sendiri. Dalam renungan ini kita diajak untuk merasakan kehadiran Tuhan dan berkomunikasi secara pribadi dengan Tuhan. Awalnya peserta dikumpulkan di kapel untuk berdoa, mengucap syukur, dan menyanyikan beberapa lagu rohani. Setelah itu peserta dibebaskan untuk berkomunikasi dengan Tuhan dengan diberi satu lilin menyala dan diajak merenung di taman. Saat itu peserta tidak diperbolehkan berkomunikasi satu sama lain supaya masing-masing peserta dapat merasakan kehadiran Tuhan dan dapat berkomunikasi dengan Tuhan.

retret 1

Hari kedua diawali dengan doa pagi oleh panitia dan snack pagi. Setelah itu dilanjutkan dengan outbond yang disusun oleh kakak-kakak 2011. Outbond diawali dengan senam pagi dan pembagian kelompok. Ada empat kelompok yang terbentuk yaitu kelompok 15, 20, 36, dan 50. Games pertama adalah membuat bola-bola air sebanyak-banyaknya dengan menggunakan plastik. Setelah itu dilanjutkan games Water Volly dan estafet air. Untuk menutup outbond pagi hari itu dilakukan games mengumpulkan sedotan. Caranya empat kelompok tadi masing-masih berbaris, orang paling belakang diberi balon yang berisi sedotan dan orang paling depan bertugas untuk memecahkan balon kelompok lain. Games ini berlangsung sangat ramai, dimana masing-masing kelompok berusaha memecahkan balon lawan. Setelah ditemukan pemenangnya, sedotan-sedotan dikumpulkan dan dibentuk tulisan PRMK FSM.

retret 3

Setelah outbond, peserta diperbolehkan untuk mandi dan menyantap snack lalu dilanjutkan dengan misa yang dipimpin oleh Romo Cahyono. Setelah misa dilanjutkan sesi dipimpin Kak Cece. Sesi hari ini membahas tentang cara menanggapi panggilan Tuhan. Malam harinya untuk menutup hari dilakukan renungan yang mempererat kebersamaan keluarga PRMK FSM. Renungan ini diawali dengan doa lalu dilanjutkan dengan menuliskan surat pribadi untuk masing-masing peserta. Setelah itu peserta diberi waktu untuk meminta maaf kepada peserta lain. saat itu beberapa peserta saling berpelukan dan ada pula yang menangis.

retret 2

Hari ketiga kembali diawali dengan doa pagi dan snack pagi. Setelah snack pagi dilanjutkan sesi yang membahas tentang perubahan apa yang akan dilakukan setelah retret. Para peserta diajak menuliskan janji secara nyata kepada Tuhan dan memilih seorang malaikat yang bertugas mengingatkan setiap hari janji tersebut. Sesi ini diakhiri dengan menyanyikan lagu rohani dengan saling bergandengan tangan. Disitu Kak Cece menyampaikan pesan dan kesan untuk PRMK FSM. Setelah itu dilanjutkan persembahan dari panitia yaitu sebuah video yang berisi dokumentasi selama retret. Lalu ditutup dengan foto bersama dengan Kak Cece.

retret 4

Melalui kegiatan retreat ini kita diajak untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Perubahan tidak datang dari orang lain, tetapi dari diri sendiri, perubahan itu dimulai dengan hal-hal kecil, perubahan itu akan terwujud jika kita percaya dan benar-benar melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Retreat selama tiga hari tersebut memberi kesan yang sangat berharga bagi setiap pesertanya. Meskipun hanya 3 hari tapi kesan dan pengalamannya akan terkenang selama seumur hidup. Terima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menyusun acara retret kali ini, dan juga bagi teman-teman yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan retret ini. God Bless You.
(Maria Imakulata S. S.)

Leave a Reply